Perspektif Dewa Dewi Sebagai Tuhan Dalam Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama tertua di
dunia, yang ada sejak abad ke-15. Agama Hindu memiliki banyak kepercayaan,
antara lain Monoteisme, Politeisme, Panenteisme, Panteisme, Monisme. Konsep
ketuhanan dalam agama Hindu bersifat kompleks dan bergantung pada nurani setiap
umatnya. Umat Hindu percaya pada Tuhan Yang Esa, tetapi sistem
ketuhanannya terkoordinasi dalam konsep ketuhanan Trimurti. Trimurti ini
terbagi kepada tiga (sifat) yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Di dalam kepercayaan Agama Hindu khususnya
dalam konteks kepercayaan terhadap dewa dewi, maka pada dasarnya adalah
penerapan konsep ketuhanan yang disebut dengan politheisme ( percaya dengan
adanya banyak Tuhan ) dengan pengertian bahwa Tuhan (Brahman) yang
Bermanifestasi sebagai dewa dewi yang memiliki tugas mengelola serta menjaga
alam semesta untuk dapat bekerja secara normal. analogi sederhanya adalah
presiden sebagai brahman dan mentri sebagai para dewata perpanjangan tangan
dari tuhan itu sendiri. dalam filsafat Hindu jika tuhan menyentuh bumi maka
bumi akan mengalami apa yang di sebut dengan kehancuran (Kiamat).
Manusia
adalah kesatuan antara badan jasmani dan jiwa (atman) yang menjadikan ia selalu
terus berkembang. Menjadi manusia merupakan suatu hal yang paling utama karena
manusia memiliki kemampuan untuk berfikir, berkata dan bertindak. Maka dari itu
manusia dikatakan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling utama. membayangkan
suatu hal yang tidak terlihat ( tansendent ) memang sangat sulit oleh karenanya
umat Hindu menjadikan dewa dewi sebagai objek yang digunakan untuk membantu
memusatkan pikiran.
Dalam agama Hindu personifikasi Tuhan dalam perwujudan Dewa-Dewi sangat beragam mulai dari wujud yang sangat ganteng atau cantik bahkan wujud yang menyeramkan sekalipun.
| Gambar. 1 dewi durga dalam dua rupa berbeda. |
Memupuk keyakinan tentang adanya Tuhan merupakan hal dasar yang harus dilakukan untuk menentukan niat seseorang dalam melakukan peribadatan sebagai umat beragama, dengan meyakini Tuhannya tentu akan menghilangkan segala keraguan atas pertanyaan pertanyaan filsafat yang mengakar dalam pikiran yang hanya muncul ketika dihadapkan dalam perasaan sedih dan pada sutau permasalahan berat di dunia ini. Mengapa seseorang perlu mengintropeksi diri? Berbagai jawaban mucul dari pertanyaan tersebut seperti “ karna lupa diri, kurang kesadaran, karna kecemasan dan gelisah “ keutamaan menjadi manusia adalah mampu berfikir den menggunakan akal dalam pikirannya. Merasionalkan segala sesuatu dengan logika dan hal terpenting lainnya yaitu mencoba memahami segala sesuatu dengan rasa.
Terdapat dua konsep ketuhanan dalam ajaran Hindu yaitu Nirguna brahman dan Saguna brahman secara pengertian nirguna brahman merupakan konsep ketuhanan yang tidak dapat di personifikasikan dalam bentuk apapun ( transcendent ), tidak terfikirkan, tidak dapat di bayangkan , tidak tersentuh oleh apapun ( Acintya ). sedangkan Saguna brahman merupakan konep Tuhan dalam wujud Dewa – Dewi sebagai personifikasi Tuhan. Di beberapa daerah masih dapat dijumpai arca dewa dewi bekas peninggalan kerajaan terdahulu yang di percaya sebagai sarana pemujaan masyarakat pada zaman itu bahkan masih eksis sampai saat ini. hal ini lah yang menjadi pertanyaan banyak orang diluar agama Hindu yang kemudian mencap sebagai penyembah berhala. semoga dapat di jadikan bahan peernungan “ Pernahkah memikirkan bagaimana jika sebuah Negara dikelola hanya oleh seorang presiden tanpa mentri ? pasti sangat sulit. Apakah Tuhan yang maha kuasa yang memiliki gelar serba maha tidak dapat mencipta untuk memudahkan beliau mengontrol dan mengelola keseimbangan alam semesta? Tentu bisa. Hanya saja pikiran seseorang lah yang terlalu sempit membatasi kekuatan Tuhan yang maha dahsyat. Dalam kitab suci agama Hindu ( veda ) kisah kisah ceritra tentang dewa dewi dimuat di dalamnya dimana hampir semua manifestasi Tuhan yang maha esa turun ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Dewa - Dewi dalam Agama Hindu merupakan sosok yang di yakini oleh masyarakat Hindu sebagai Personifikasi Tuhan untuk memudahkan mereka memusatkan pikiran dalam melakukan persembahyangan .
man-mana bhava mad-bhakto mad-yaji mam namaskuru mam evaisyasi yuktvaivam atmanam mat parayanah
Berpikirlah tentang-ku senantiasa, jadilah penyembah-Ku, bersujud kepada-Ku dan menyembah-Ku. Dengan berpikir tentang-Ku sepenuhnya secara khusuk, pasti engkau akan datang kepada-Ku. (BG.9.34)
Komentar
Posting Komentar