ILMU HAYATI KEHIDUPAN DALAM PANDANGAN PENULIS

        Didalam kehidupan ada sangat banyak aspek ilmu yang dapat kita pelajari dan tetunya sangat bermanfaat bagi kita untuk melaksanakan kehidupan yang normal berlandaskan ajaran agama serta keyakinan dalam kehidupan. ketika seseorang tidak mempelajari ilmu kehidupan mereka cenderung akan menjadi pengikut ( pendengar )  mendengarkan orang orang yang di anggap telah memahami ilmu kehidupan. ilmu kehidupan / ilmu hayati merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan berbagai kajian ilmiah terhadap mahluk hidup seperti mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. adapun termasuk pertimbangan lainnya seperti bioetika merupakan istilah yang relatif baru terbentuk dari dua kata berbahasa yunani yang secara harfianh berarti etika hidup. 

Gambar ilustrasi  Etika terhadap orang tua.

        Penulis kali ini membatasi ilmu kehidupan diluar ilmu pengetahuan alam lainya namun hannya ilmu kehidupan dari aspek ketuhanannya saja. penulis lebih suka menyebutnya sebagai ilmu hayati. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata hayati merupakan adjektiva yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan yang hidup. dalam ilmu filsafat ketuhanan, segala sesuatu yang hidup adalah karena disebabkan oleh Tuhan yang maha esa. kata hayati yang biasa di berikan imbuhan meng menjadi " Menghayati " selalu di kaitkan terhadap orang orang yang selalu mengerjakan segala sesuatu yang diiringi dengan rasa tulus yang mendalam. sesuatu yang berhubungan dengan yang hidup memiliki makna menghayati ketuhanan atau menghubungkan diri terhadap unsur unsur ketuhanan yang ada pada setiap mahluk hidup.

        Terdapat beberapa pandangan orang yang awam menganggap bahwa Tuhan ada dimana mana yang juga secara samar atau tidak langsung berarti mengatakan Tuhan berada dalam tembok, besi, meja, batu dan pada benda benda lain di sekitar kita. tetapi pandangan penulis tidak merendahkan Tuhan seperti itu, memaknai Tuhan ada dimana mana. berarti dapat dimaknai dengan terdapat berbagai mahluk hidup yang tidak dapat dilihat karena keterbatasan kemampuan mata manusia. sebagai contoh bisakah kita melihat Nanobe ? yang merupakan mahluk hidup yang tergolong sebagai mikrooranisme juga tergolong sebagai mahluk hidup terkecil yang ada di dunia. apakah yang menyebabkan mahluk tersebut tidak lain adalah Tuhan itu sendiri. sehingga dapat kita sadari dalam perspektif filsafat bahwa Tuhan meresapi setiap mahluk ciptaanya. ketika mahluk sejenis nanobe tersebut menempel pada setiap benda yang ada di sekitar kita disitulah dapat di artikan bahwa Tuhan ada dimana mana ada disekitar kita menggunakan  mata setiap mahluk ciptaannya untuk memperhatikan kita serta mengawasi segala perbuatan dan perkataan kita didunia . 
       Mengahayati nilai nilai ketuhanan akan menyebabkan seseorang berkembang menjadi lebih bijak dalam menjalankan kehidupan di dunia. orang bijak merupakan orang yang memahami ilmu kehidupan dengan level keilmuan yang lebih tinggi dengan begitu seseorang akan memahami nilai etika kehidupan berupa prilaku, sifat, karakter yang baik secara naluri dalam dirinya. orang bijak pasti beretika tetapi tidak semua yang memahami etika berarti bijak. oleh karenanya biasasnya orang yang mengerti ilmu kehidupan berarti orang yang telah berhasil memahami nilai nilai ketuhanan dalam sekala yang lebih kecil yaitu mengenal dirinya sendiri akan kekurangan dan kelebihan yang ia miliki ( mencari Tuhan dalam diri " Gusti " atau guru sujati ). adapun ritual yang biasa mereka lakukan adalah dengan cara melakukan penghayatan di setiap aktifitasnya yang berarti menghayati Tuhan dengan cara cara tersendiri yang mereka yakini.

        






Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Perspektif Dewa Dewi Sebagai Tuhan Dalam Agama Hindu

Perkenalan Diri